Hiii! Ada Gua Penuh Tengkorak di Sulawesi Tengah

Beberapa tengkorak yang terpajang di atas dinding batu Gua Latea (Sumber: pasokab.net)


Masuk ke dalam gua bisa menjadi sesuatu yang menantang. Apalagi kalau gua tersebut menjadi tempat penyimpanan jenazah seperti Gua Latea di Sulawesi Tengah. Puluhan tengkorak dan tulang belulang ada di dalam gua tersebut. Berani?

Gua Latea merupakan hasil karya alam yang berbentuk bukit kapur. Kini gua yang sudah ada sejak 30 juta tahun silam ini menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk para wisatawan.

Daya tarik gua yang terletak di Kabupaten Poso ini bukan karena alamnya yang indah. Justru yang menarik wisatawan untuk datang ke sini karena fungsi gua yang dijadikan sebagai pemakaman leluhur Suku Pamona. Oleh karena itulah, wistawan juga mengenal gua ini dengan nama Gua Pamona dan Latea.

Pemakaman seperti ini sama seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Secara tradisi, Suku Pamona meletakkan jenazah di dalam peti kayu. Selanjutnya, anggota keluarga menyimpan peti kayu tersebut di dalam gua hingga tinggal kerangkanya saja. Namun, kini tradisi pemakaman Suku Pamona ini sudah berakhir sejak abad ke-19 M.

Salah satu tulang dan tengkorak yang masih tersimpan di dalam peti kayu dalam Gua Latea (Sumber: Hadi/d’Traveler)


Nah, meskipun tradisi penguburan seperti ini sudah tidak dilakukan lagi, wisatawan tetap bisa melihat sisa-sisa tradisi suku Pamona ini. Hingga saat ini di dalam gua tersebut masih tersimpan tulang belulang para leluhur Pamona.

Di dalam gua yang memiliki yang dua kamar utama ini terdapat tulang belulang dan tengkorak manusia. Pada ruang pertama wisatawan akan melihat sekitar 36 buah tengkorak. Sedangkan pada ruang kedua yang berada di atas bukit terdapat 17 pasang peti jenazah dan 47 tengkorak.

Keadaan tengkorak-tengkorak yang ada di dalam Gua Latea kini sudah jauh berbeda. Tulang-belulang dan tengkorak tersebut kini berserakan di lantai gua. Aneh memang, tapi masyarakat sekitar justru tetap membiarkannya.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya wisatawan yang datang. Gua Talea mengalami pemugaran pada tanggal 2 Juni-30 November 1994. Sehingga, gua ini pun terlihat lebih terawat dan tidak menyeramkan. Akan tetapi, aura mistis dengan tengkorak dan tulang-tulang yang berserakan.

Tengkorak-tengkorak leluhur Pamona yang masih berada di dalam Gua Latea (Sumber: Hadi/d’Traveler)


Saat Anda memiliki keszempatan berlibur ke Poso, jangan lupa untuk menengok gua yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kota Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso ini. Untuk mencapai Gua Latea, wisatawan bisa menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai di mulut gua.

Meskipun letaknya lumayan jauh, di sepanjang perjalanan traveler dijamin tidak akan merasakan bosan. Selama perjalanan menuju ke mulut gua suasana alam tropis yang indah akan menghiasi perjalanan Anda.

sumber : detiktravel.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s