Mandzukic, Genapi Pesanan Sang Ayah

Bomber Kroasia Mario Mandzukic merayakan golnya ke gawang Italia di Stadion Municipal, Poznan, Polandia, Kamis (14/5/2012). Pertandingan berakhir imbang 1-1.

WAJAR kalau Anda harus memicingkan mata dan mengernyitkan dahi jika mendengar nama Mario Mandzukic. Ia memang kalah tenar dari Eduardo Da Silva dan Ivica Olic. Namun, talentanya tak kalah mengilap dari kedua duet bomber Kroasia itu.

Jurnalis olahraga Sports Illustrated Gabriele Marcotti menyatakan, posisi starter Mandzukic tak mungkin dimilikinya jika Olic dalam kondisi fit.

Entah naas atau sial, bomber Bayern Muenchen itu harus terpental dari skuad Kroasia, setelah dibekap cedera sobek otot hamstring seusai final Liga Champions 2012.

Soal mengapa ia menjadi pilihan utama Slaven Bilic dan menyingkirkan Eduardo ke bangku cadangan, itu masih menjadi misteri. Semisterius mengapa Bilic tak menduetkan keduanya.

Raihan Mandzukic pada babak kualifikasi Euro 2012 adalah 3 gol dalam sepuluh penampilan. Sementara Eduardo mengeslot 3 gol dalam 11 laga. Perbedaan tipis itu mungkin menjadi penentunya. Mandzukic berhak atas tim utama.

Bisa jadi insting Bilic memilih menduetkan lelaki berusia 26 tahun itu dengan Nikica Jelavic. Kalau soal catatan prestasi, Jelavic jelas di bawah Eduardo. Maklum saja, Jelavic belum pernah mencetak gol selama tampil dalam sembilan laga kualifikasi Euro 2012. Ia pun masih mandul dalam dua laga di putaran final.

Berpartner dengan Jelavic justru memaksimalkan potensi ledak Mandzukic. Ia memborong dua gol kemenangan 3-1 Kroasia dalam laga perdana melawan Irlandia, Minggu (10/6/2012). Bomber VfL Wolfsburg itu pun meraih predikat pemain terbaik pertandingan tersebut.

“Aku harus menyapa ayah dulu. Beliau memintaku untuk mencetak gol melalui kepalaku karena aku pemain tinggi dan dengan itulah aku mencetak gol,” sebutnya kepada UEFA saat menerima trofi man of the match.

Faktanya, dua gol Mandzukic ke gawang Irlandia dilesakkan melalui kepalanya. Itu sebuah kepuasan tersendiri bagi striker bertinggi 186 sentimeter tersebut.

“Kemenangan yang fantastis. Saya mencetak dua gol dan saya harus berterima kasih kepada teman-teman saya. Mereka bermain sangat bagus,” ucapnya.

Kamis atau Jumat (15/6/2012), Mandzukic menjadi aktor penggagal kemenangan Italia di Poznan. Golnya pada menit ke-72 mengubur ambisi “Gli Azzurri” untuk meraih poin penuh, setelah unggul melalui freekick Andrea Pirlo pada menit ke-32.

Untuk laga kali ini, Mandzukic harus menyerahkan gelar pemain terbaik kepada Pirlo. Tak masalah, selama Kroasia berpeluang besar lolos ke perempat final. “La Nazionale” bahkan harus rela tergusur ke posisi ketiga klasemen sementara karena kalah poin dengan Kroasia yang berada tepat di atasnya.

Yang pasti, prestasi Mandzukic diraih dengan jalan berliku. Ia mengaku fans Dinamo Zagreb dan berambisi jadi kapten tim.

Mandzukic membawa Zagreb menjuarai Liga Kroasia tiga musim beruntun 2008-10. Titel pencetak gol terbanyak Kroasia dua musim beruntun (2007-09) juga direngkuhnya.

Pada 17 September 2009 Zagreb menjatuhkan denda 100.000 euro (sekitar Rp 1,2 miliar) karena dianggap setengah hati tampil saat melawan klub Belgia, Anderlecht, di ajang Liga Europa. Itu adalah sanksi finansial pertama dalam sejarah Liga Kroasia.

Namun, kesetiaan Mandzukic tak lekang. Tiga hari kemudian, ia mewujudkan impiannya dengan menyandang ban kapten Zagreb dan membawa klub itu melibas tuntas Rijeka enam gol tanpa balas.

Rumor pun berkembang ketika Wolfsburg datang meminang. Mandzukic menyatakan tak akan pindah jika klubnya tak menginginkan.

Tarik ulur berlangsung alot dan Zagreb memutuskan harga Mandzukic minimal 15 juta euro (Rp 180 miliar). Ketika akhirnya disepakati, deal Mandzukic dipercaya senilai 8 juta euro (Rp 96 miliar). Jadilah ia pindah ke Wolfsburg pada 2010 dan meneken kontrak empat tahun. Menurut Kicker, pemain yang juga dapat berposisi sebagai winger itu termasuk dalam daftar transfer jika ada klub yang meminatinya.

Namun, hati Mandzukic tetap untuk Dinamo Zagreb dan terutama untuk menggenapi pesanan sang ayah. Itu kebanggaan yang sebenarnya.

Sumber: UEFA, Wikipedia, Sports Illustrated

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s