Merpati Pesan 20 Pesawat dari PTDI

Pesawat Merpati Nusantara bersiap lepas landas di Bandara Mopah Merauke, Papua, Rabu (29/2/2012). Sementara itu, seekor kuda tampak sedang merumput di dekat landasan pacu bandara. Area Bandara Mopah yang belum seluruhnya dipagari membuat warga maupun hewan ternak leluasa keluar masuk area landasan pacu sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Merpati Nusantara Airline (MNA) memesan 20 pesawat N-212 besutan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan harga per unit 6-7 juta dollar AS. Pesawat tersebut digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang masih merugi.

Penandatangan nota kesepahaman (MOU) jual-beli dilakukan antara Dirut PT DI Budi Santoso dan Pjs Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo yang disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

“Dari 20 unit yang dipesan Merpati itu, sebanyak 4-5 unit pesawat akan diserahkan pada tahun ini juga (2012), selebihnya diserahkan bertahap pada tahun-tahun berikutnya,” kata Budi Santoso.

Sementara itu, Pjs Dirut MNA Rudy Setyopurnomo menjelaskan, pesawat N-212 merupakan pesawat dengan lisensi CASA, namun telah dibeli lisensinya oleh PTDI. Pesawat CASA tersebut kini telah diproduksi di Indonesia. “Kami memakai pesawat tersebut dengan sistem penyewaan (leasing),” kata Rudy.

Pesawat dari CASA ini dipakai MNA untuk melayani rute Kalimantan dan Papua. Provinsi yang siap menggunakan pesawat ini adalah Sampit Kalimantan Tengah. Mekanisme yang dilakukan adalah ada penyertaan modal dari pemerintah daerah dan MNA. Nantinya, pesawat ini bisa dipakai oleh pemerintah daerah secara khusus.

MNA telah bekerja sama dengan PT DI sejak tahun 1980-an. Secara keseluruhan, PT DI menyerahkan 8 pesawat C-212 dan 15 pesawat CN-235 untuk dioperasikan Merpati. Saat ini, MNA merupakan pelanggan khusus PT DI. Oleh karena pesawat buatan PT DI cocok untuk rute penerbangan perintis karena mampu lepas landas dari jangka pendek.

Hingga saat ini, MNA masih memiliki utang Rp 3,14 triliun, termasuk utang Rp 1 triliun kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Angkasa Pura II. Dari sisi pendapatan, sebelum dipimpin oleh Rudy, MNA mengalami pendapatan operasional minus Rp 1,7 miliar sehari. Namun sejak dipimpin oleh Rudy, pendapatan MNA sudah mencapai Rp 500 juta sehari.

11 thoughts on “Merpati Pesan 20 Pesawat dari PTDI

  1. Hey There. I found your blog the usage of msn. This is a very smartly written article. I’ll be sure to bookmark it and return to learn extra of your helpful information. Thank you for the post. I will certainly return.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s