Apakah Anda Sudah Tergolong Sejahtera?

Bandingkan total aset Anda dengan total utang Anda. Jika aset lebih besar, Anda sudah dalam kategori sejahtera.

KOMPAS.com – Hentikan membaca tulisan ini sebentar, lalu renungkan, apakah Anda sudah tergolong kalangan yang sejahtera atau tidak. Boleh jadi, Anda menganggap diri Anda belum sejahtera.

Namun, kalau Anda mampu membaca surat kabar ini, siapa pun Anda, di manapun Anda berada, dan apa pun profesi Anda, sebenarnya Anda sudah berada dalam tataran sejahtera kendati secara relatif. Apa Artinya? Artinya, Anda bisa menikmati hidup.

Membaca surat kabar, tentunya hanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengetahui informasi dan mendapatkan pengetahuan. Dan, itu merupakan salah satu kenikmatan dalam hidup ini. Jadi, jika Anda masih sempat membaca surat kabar, sebenarnya Anda sudah tidak termasuk dalam golongan miskin.

Benar bahwa ada yang lebih kaya daripada Anda. Namun, itu jika Anda menafsirkan kesejahteraan sebagai wujud besarnya kekayaan. Namun, sejahtera tidak semata diukur dari banyaknya aset yang Anda miliki. Sejahtera pada hakikatnya adalah ketika Anda merasa cukup dengan apa yang Anda miliki, dan Anda bisa menikmati semua itu. Namun, sebagian kalangan tetap saja merasa kalau asetnya masih terlalu sedikit. Dengan kata lain, ada keinginan untuk menjadi lebih kaya agar juga menjadi lebih sejahtera.

Aset versus utang
Untuk menjadi lebih sejahtera, harus dimulai dengan mengetahui posisi aset yang dimiliki saat ini. Coba cek berapa total aset Anda. Berapa pula total utang Anda. Mengenai aset, periksa lagi, berapa persen yang berbentuk produktif, dalam arti bisa menghasilkan pendapatan, dan berapa persen aset yang notabene menjadi beban biaya.

Mobil dan kendaraan bermotor lainnya tergolong aset yang menimbulkan beban biaya. Demikian juga dengan rumah, sepanjang rumah itu Anda tempati, pasti akan menimbulkan biaya perawatan, biaya listrik, air, dan telepon. Nah, setelah Anda jumlahkan, bandingkan total aset Anda dengan total utang Anda. Jika aset lebih besar, Anda sudah dalam kategori sejahtera.

Namun, untuk meningkatkan kesejahteraan atau meningkatkan aset Anda, coba bandingkan dengan aset produktif Anda, apakah itu deposito atau investasi lainnya dengan total utang Anda. Atau, paling tidak dengan kewajiban angsuran dan bunga yang mesti Anda bayarkan. Apakah penghasilan dari aset produktif Anda mencukupi untuk membayar beban bunga dan angsuran?

Jika ya, Anda benar-benar sudah sejahtera dan aset Anda bisa membesar. Namun, jika penghasilan dari aset produktif Anda tidak cukup membiayai bunga plus angsuran utang, hati-hati. Bukan tidak mungkin aset Anda akan tergerus karena mesti dipakai untuk melunasi utang. Dengan kata lain, kekayaan Anda saat ini masih bersifat artifisial. Nah, kalau situasinya seperti itu, lantas apa yang mesti dilakukan? Siapkan perencanaan. Itu jawabnya.

Perencanaan
Perencanaan seperti apa? Perencanaan mulai dari pengelolaan pendapatan dan pengeluaran sampai dengan melakukan investasi.

Apakah Anda bersedia mematuhi dan berdisiplin diri untuk mengeksekusi hal-hal yang telah direncanakan tersebut? Sebab, kegagalan sebagian orang dalam mencapai tujuan keuangannya, termasuk menyejahterakan kehidupannya, bukanlah karena tidak ada rencana atau rencana yang jelek, melainkan karena lemah dalam eksekusi alias tidak disiplin dalam menjalankan rencana keuangan tersebut.

Hal mendasar yang mesti diingat dalam pembuatan perencanaan keuangan adalah bahwa pengeluaran harus lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan. Lalu, pencapaian tujuan investasi harus memiliki jangka waktu sehingga semuanya terukur.

Berikutnya apa setelah memiliki perencanaan keuangan? Kontrol seluruh aspek keuangan Anda. Artinya, Anda ”berkuasa” penuh terhadap keuangan dan perencanaan yang sudah Anda susun. Kalau dalam praktiknya Anda masih mempertimbangkan faktor-faktor lain, apakah itu faktor teman, lingkungan, sanak saudara, dan lain sebagainya, bisa dipastikan pengelolaan keuangan Anda akan berantakan.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki tipe yang kurang disiplin, tatkala perencanaan keuangan disusun, sebaiknya libatkan pihak-pihak yang selama ini mungkin memengaruhi Anda, khususnya keluarga. Jadi, ketika keluarga telah dilibatkan, rencana keuangan bisa dijaga sama-sama dan tidak mudah bagi Anda untuk mengubahnya meski Anda mendapatkan saran dari teman, misalnya.

Umpamakan Anda sudah yakin mampu mengontrol keuangan Anda, apakah persoalan selesai dan Anda bisa menuju kesejahteraan yang Anda inginkan? Belum tentu. Mengapa?

Salah satu bagian dari meningkatkan kesejahteraan adalah dengan melakukan investasi. Anda mungkin sudah mengalokasikan dana dari penghasilan Anda setiap bulan untuk diinvestasikan. Dalam realitasnya, investasi Anda bisa juga berantakan. Sebab, ada sebagian orang yang kadang tidak membedakan, mana yang disebut investasi, mana pula yang sebenarnya merupakan spekulasi. Konkretnya, jangan pernah berspekulasi.

Apa contohnya? Membeli tanah yang tidak jelas prospeknya, membeli saham karena ikut-ikutan, atau bersama-sama dengan teman melakukan bisnis yang Anda tidak pahami. Banyak sekali contoh kegiatan yang sebenarnya bukan investasi, melainkan spekulasi, yang seharusnya dihindari.

Kesimpulannya, menjadi lebih sejahtera bukan hal yang tidak mungkin, tetapi juga bukan hal yang sederhana, kecuali Anda bersungguh-bersungguh menjalankan semua formula kesejahteraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s