Pesawat Cessna Diduga Ada di Gunung Sekerat

Pesawat Cessna Piper Navajo Chieftain yang hilang kontak dalam perjalanan dari Bandara Temindung Samarinda tujuan Bontang diperkirakan berada di Gunung Sekerat, Bengalon, Kutai Timur.

“Ada informasi yang kami terima bahwa pesawat ada di Gunung Sekerat, Bengalon, Kutim. Sekarang tim menuju ke sana untuk memastikan,” kata Kepala Bandara Temindung Rajoki Aritonang, Jumat (24/8/2012) malam.

Kontak terakhir pesawat dengan Temindung (TMD) Tower Samarinda pada pukul 08.04 WITA, lalu kontrol dialihkan ke Bontang. Kontak pertama (fist contact) dengan Bontang terjadi pukul 08.05 WITA dan kontak terakhir (last contact) pukul 08.11 WITA.

Rajoki mengatakan, pesawat ini rencananya terbang selama empat jam dengan kemampuan bahan bakar untuk enam jam dengan tujuan melakukan survei tambang di daerah. Pesawat hilang kontak pada pukul 13.51 WITA.

Pesawat carter bernomer registrasi PK-IWH tersebut dikapteni Marshal Basir. Tiga penumpang lainnya Kapten Suyoto (pemandu), serta Janri Hendrizal (surveyor) dan warga asing berkebangsaan Australia bernama Peter John Elliot, juga surveyor.

Lokasi Pesawat Belum Diketahui
Hingga malam ini, Kepala Kantor SAR Balikpapan Harmoniadi, yang membawahi SAR se-Kalimantan Timur, menyatakan, mengaku belum mendapat laporan dari warga maupun tim gabungan tentang lokasi pesawat yang diketahui kehilangan kontak.

“Belum ada informasi dari mana pun kami terima terkait kemungkinan lokasi pesawat,” ujar Harmoniadi, Jumat (24/8/012) malam ini.

Seperti diberitakan, Sebuah pesawat carter jenis Cesna Piper Navajo Chieftain yang berangkat dari Kota Samarinda menuju Kota Bontang, Kalimantan Timur, dinyatakan hilang kontak, Jumat siang tadi.

Pesawat yang berpenumpang 4 orang -satu WNA- ini, tengah melakukan survei pemetaan udara. Pesawat berangkat dari Samarinda-Bandara Temindung-pukul 07.51 Wita. Sedangkan kontak terakhir diketahui pukul 13.51 wita tadi.

Ada Suara Dentuman, Pesawat Diduga Jatuh di TNK

Pesawat survei yang hilang kontak sejak Jumat pagi diduga kuat jatuh di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) di perbatasan antara Kabupaten Kutai Timur dengan Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Kepala Bandara Temindung Samarinda Rajoki Aritonang kepada wartawan di Samarinda, Sabtu dini hari (25/8/2012), mengatakan, hal tersebut diperoleh berdasarkan laporan masyarakat yang sempat mendengar suara dentuman keras.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang berkembang hingga saat ini (Sabtu dini hari) ada kemungkinan lokasi yang diduga jatuhnya pesawat itu di areal perbukitan Gunung Pilar yang masyarakat sebut sebagai Teluk Tabah atau sekitar 13 kilometer dari bibir pantai Teluk Tabah. Lokasi itu masuk dalam kawasan hutan TNK yang berada di poros Sanggatta (Ibu Kota Kabupaten Kutai Timur) dengan Kota Bontang,” kata Rajoki Aritonang.

Hingga Sabtu dini hari, tim yang beranggota satu peleton TNI, satu peleton Brimob, Basarnas, Polresta Samarinda, Polresta Bontang, dan Polres Kutai Timur telah berada di ring dua.

“Tim saat ini sudah berada di kawasan Teluk Tabah atau di areal ring dua dari lokasi yang diduga jatuhnya pesawat itu. Kawasan itu merupakan kawasan hutan dan lokasinya sulit dijangkau karena harus ditempuh dengan berjalan kaki enam kilo dari kawasan pemukiman,” katanya.

Aritonang menyebut, medan cukup berat sehingga kemungkinan evakuasi butuh waktu relatif lama. “Melihat kondisi medan yang cukup berat, kemungkinan proses evakuasi sedikit terhambat namun tim saat ini terus bergerak untuk mencapai lokasi,” katanya.

Pesawat milik PT Intan Angkasa jenis PA31 Piper Navajo Chief Tain dengan nomer registrasi PK-IWH yang dicarter oleh Elliot Geophysics International untuk melakukan pemetaan di salah satu area perusahaan tambang batu bara di Kota Bontang, dilaporkan telah kehilangan kontak sejak Jumat sekitar pukul 08.04 Wita.

Pesawat survei dengan pilot Capt Marshal Basir berpenumpang tiga orang yakni Peter John Elliott selaku General Manager Elliot Geophysics International, seorang surveyor, Jandri Hendrizal, serta pendamping dari Kementerian Pertahanan RI, Kapten Suyoto, lepas landas dari Bandara Temindung Samarinda pada Jumat sekitar pukul 07.51 Wita dan dipastikan hilang pada Jumat sekitar pukul 13. 51 Wita.

“Pesawat itu direncanakan terbang selama empat jam dan diperkirakan akan kembali di Bandara Temindung sekitar pukul 12.00 Wita dengan pengisian bahan bakar untuk enam jam,” kata Pemandu Lalu Lintas Udara Bandara Temindung Samarinda Rora Ardian.

Dari Bandara Temindung Samarinda, kata Ardian, pesawat itu terbang dengan ketinggian 3.000 kaki selanjutnya saat mendekati area survei di Kota Bontang, pesawat tersebut akan terbang dengan ketinggian 500 kaki. Namun, hanya berselang beberapa menit sejak lepas landas di Bandara Temindung, pesawat tersebut hilang kontak, hingga akhirnya diduga jatuh di kawasan TNK.

Kerahkan Helikopter, Pencarian Pesawat Dilanjutkan Sabtu Pagi
Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) akan mengerahkan satu unit helikopter untuk pencarian pesawat yang diperkirakan jatuh di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) di perbatasan Kabupaten Kutai Timur dengan Kota Bontang, Kalimantan Timur.

“Sabtu pagi ini, helikopter milik Basarnas akan dikerahkan untuk melakukan pencarian posisi pasti jatuhnya pesawat tersebut,” ungkap Kepala Bandara Temindung Samarinda, Rajoki Aritonang, kepada wartawan, Sabtu dinihari (25/8/2012).

Selain heli milik Basarnas, sebuah pesawat milik PT Intan Angkasa akan ikut dikerahkan pada proses pencarian tersebut. “Pihak PT Intan Angkasa selaku pemilik pesawat yang hilang itu juga akan mengerahkan sebuah pesawat untuk membantu pencarian. Pagi ini heli dan pesawat tersebut akan diterbangkan dari Bandara Temindung Samarinda selanjutnya akan mengitari kawasan yang diduga lokasi jatuhnya pesawat itu,” kata Rajoki Aritonang.

Berdasarkan pantauan hingga Sabtu dinihari, sejumlah personil baik dari kepolisian, Basarnas, maupun TNI terlihat masih berada di Bandara Temindung Samarinda yang dijadikan sebagai Posko Pencarian Pesawat Hilang.

Pada Jumat malam, 15 anggota Basarnas dengan menggunakan beberapa mobil, terlihat meninggalkan kawasan Bandara Temindung.

“Sejak Jumat malam, tim yang terdiri dari satu peleton personil Batalyon 611 Awang Long, Brimob telah dikerahkan ke lokasi. Terakhir, tim dari Basarnas juga sudah bergerak ke arah lokasi yang diduga titik jatuhnya pesawat itu,” ungkap Rajoki Aritonang.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Kutai Timur Mujiono, Jumat (24/8/2012) malam mengatakan, kegiatan pencarian akan dilanjutkan pagi ini, sambil menunggu datangnya peralatan pendukung dari Balikpapan.

“Pukul 21.30 tadi pencarian kami hentikan. Rencananya akan dilanjutkan pukul 07.00 WITA besok pagi. Tim dari Balikpapan sudah bergerak,” katanya.

Dengan dukungan tim dan peralatan dari Balikpapan, diharapkan pencarian lebih maksimal. Pencarian sejauh ini baru dilakukan dengan penyisiran dari jalan darat.

“Kami masuk sekitar 10 kilometer di kawasan Telaga Bening, dan 7 kilometer di kawasan Kitadin. Namun masih nihil,” ungkapnya.

Pesawat milik PT Intan Angkasa jenis PA31 Piper Navajo Chief Tain dengan nomer registrasi PK-IWH yang dicarter oleh Elliot Geophysics International untuk melakukan pemetaan di salah satu area perusahaan tambang batu bara di Kota Bontang, dilaporkan telah kehilangan kontak sejak Jumat pagi sekitar pukul 08.04 Wita.

Pesawat survei dengan pilot Capt Marshal Basir berpenumpang tiga orang yakni, Peter John Elliott selaku General Manager Elliot Geophysics International, seorang surveyor, Jandri Hendrizal serta seorang pendamping dari Kementerian Pertahanan RI, Kapten Suyoto, ’take off’ atau lepas landas dari Bandara Temindung Samarinda pada Jumat pagi sekitar pukul 07.51 Wita dan dipastikan hilang pada Jumat siang sekitar pukul 13.51 Wita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s