GUA PAMONA DAN LATEA


Gua Latea merupakan gua alam berupa bukit kapur yang usia genesisnya ditaksir tidak kurang dari 30 juta tahun silam. Oleh suku Pamona, suku asli yang mendiami kabupaten Poso, gua ini dijadikan lokasi pemakaman bagi leluhur mereka. Leluhur orang Pamona yang juga biasa disebut orang Poso itu, dulunya bermukim di bukit-bukit, khususnya yang hidup di perbukitan Wawolembo.


Secara tradisi orang Pamona, jenazah diletakkan di dalam peti kayu yang kemudian disimpan di dalam gua hingga tinggal kerangkanya. Cara penguburan zaman dulu oleh masyarakat Pamona ini, sama seperti yang dilakukan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi ini baru berakhir pada sekitar abad ke-19 Masehi, setelah para penginjil dari Belanda menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Di gua Latea inilah kita bisa menyaksikan Sisa-sisa tradisi suku Pamona dalam memakamkan anggota keluarganya.

Gua tersebut terdiri atas dua kamar utama. Pada awal penemuan situs ini, ditemukan empat pasang peti mati dan 36 buah tengkorak dikamar utama. Lalu, di kamar kedua yang terletak di atas bukit terdapat 17 pasang peti jenazah, 47 buah tengkorak, dan 5 buah gelang tangan.

Gua ini Jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari Kota Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso. Sepeda motor dapat dipakai sampai kilometer pertama lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai di mulut gua. Sepanjang perjalanan ke mulut gua ini kita akan disuguhkan suasana alam tropis yang indah.

sumber : detik.com & Dok. http://ikmapposku.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s